Sabtu, 19 Januari 2008

ISMAIL YUSANTO SEORANG AGEN INTELIJEN (???)

Judul di atas terlihat provokatif. Namun, disini penulis tidak dalam konteks menuduh bahwa sdr. Ismail Yusanto, Jubir HTI, adalah seorang agen intelijen. Tulisan berikut ini lebih merupakan sebuah nasehat agar setiap orang, siapupun mereka, TIDAK ringan lidah melontarkan pernyataan tanpa bukti kepada orang-orang yang bibirnya senantiasa dibasahi dengan dzikrullah. Apalagi mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh membela umat Islam dan kemanusiaan.

Tulisan ini memang dilatar belakangi oleh sebuah artikel panjang[*] tulisan Syiekh Ata Abu Rashta, yang belakangan penulis ketahui bahwa beliau adalah Amir Hizbut Tahrir Internasional (mohon dikoreksi jika ternyata keliru), yang telah dialih bahasakan oleh redaktur www.hizbut-tahrir.or.id, dan disebarluaskan dibanyak media online HTI dan underbow-nya. Dalam artikel panjang tersebut Amir Hizbut Tahrir itu menuduh bahwa Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Turki Abdullah Ghul, adalah para agen Amerika. Sekali lagi, bahwa Syeikh Ata Abu Rashta menuduh bahwa Erdogan dan Ghul adalah agen AS.

Kata ‘Agen AS’ disini memiliki arti yang beragam tetapi bermakna satu, yaitu sebagai kepanjangan tangan AS yang bekerja, berafiliasi, bersuara, mengeluarkan kebijakan, dan lain-lain untuk dan berkiblat kepada AS. Tokoh negarawan yang saat ini menjabat sebagai kepala pemerintahan Turki yang dicintai rakyatnya dalam artikel tersebut demikian ‘lugas’ dikatakan sebagai Agen AS oleh seseorang yang menyandang gelar Amir Hizbut Tahrir. Demikian pula dengan Ghul, rekan sejawat Erdogan, tak luput dari pernyataan berbisa dari seorang ulama yang di gandrungi kelompoknya. Yang sangat menyedihkan adalah, bahwa ulasan yang tertuang jauh dari sekedar buktiyang mencukupi bahwa mereka berdua adalah seorang Agen AS. Sebuah tuduhan tanpa bukti.

Entah Syeikh ini iri, dengki, atau hasad, dengan keberhasilan mereka membawa kemajuan yang signifikan di bekas pusat pemerintahan khilafah Ustmaniyah ini, atau ada motif lain? Apalagi sejak kepemimpinan Erdogan perekonomian Turki maju pesat, bahkan hingga nilai tukar mata uangnya berubah menjadi 1,2 Lira (YTL) = 1 USD. Padahal di tahun 2001 sebelum kepemimpinan Erdogan perekonomian Turki terpuruk dan nilai tukar Lira anjlok sangat rendah dimana 1 USD setara dengan 1,65 juta Lira. Kebangkitan ekonomi 5 tahun terakhir dibawah kepemimpinan Erdogan ini semakin menguatkan posisi tawarnya dihadapan Uni Eropa. Bahkan penerimaan UE terhadap Turki ditandai dengan banjirnya investor dari UE di negara bekas pemerintahan Khalifah Ustmani. Tercatat bahwa mayoritas investor asing di negeri yang terkenal dengan makanan khas kebabnya ini adalah UE itu sendiri, dan Jerman adalah negara Eropa yang paling banyak memiliki investor di Turki.

Demikian pula dengan iklim kebebasan beragama yang semakin kondusif dari kebijakan-kebijakan sang Perdana Menteri. Sehingga saat ini jilbab adalah pemandangan yang lazim terlihat di jalan-jalan Turki dan kantor-kantor swasta. Bahkan kumandang adzanpun sudah kembali terdengar dengan lafaz ‘Allahu Akbar..Allahu Akbar!’.

Platform ’sekulerisme’ yang ditawarkan AKP memang tidak banyak diangkat oleh para pengkritiknya dari kalangan kelompok Islam yang dengki. Kebanyakan diantara mereka menohok secara membabi buta bahwa sekulerisme yang ditawarkan Erdogan dan AKP-nya setali 3 uang dengan sekulerisme Barat. Padahal anggapan itu keliru besar. Sekulerisme yang mengurat syaraf di negeri dengan ibukota Ankara ini bukanlah sekulerisme yang saat ini diterapkan Barat. Jika jargon sekulerisme Barat banyak merugikan kalangan minoritas, dalam hal ini adalah masyarakat muslim. Maka di Turki, sekulerisme yang di bawa Kemal At-Taruk justru mendiskriminasikan mayoritas muslim. Tak hanya disampai di situ, sekulerisme At-Taruk sampai pada pengharaman segala simbol yang berbau Islam. Padahal sekulerisme Barat pada umumnya tak sampai pada model seperti itu. Sehingga tak heran jika seorang aktivis JIL, Hamid Basyaib, menyebut sekulerisme Kemalis adalah ‘Sekulirisme Fundamentalis’ yang Anti-Agama.

Lantas bagaimana platform sekulerisme yang ditawarkan AKP? Partainya Erdogan ini menyebutkan didalam paltformnya bahwa " ide dasar yang melandasai sekulerisme adalah imparsialitas (kekuasaan) negara terhadap semua keyakinan agama. Dalam arti ini sekulerisme adalah prinsip kebebasan. Dimana sekulerisme membatasi wewenang negara, bukan individu." Artinya adalah, bahwa dengan sekulerisme model AKP ini, maka negara tidak memiliki ruang yang luas untuk membatasi dan mengekang kebebasan warganya dalam menjalankan agama. Dan faktanya udara kebebasan perlahan-lahan mulai dikecap rakyat Turki.

Sebagai manusia berakal pasti mengetahui, bahwa kondisi Turki Kemalis yang dibangun di atas prinsip sekulerisme fundamentalis tak akan mungkin begitu saja dibalikkan sebagaimana membalikkan telapak tangan. Apalagi militer dan kalangan kemalis yang siap mati mengusung sekulerisme versi Kamal At-Taruk masih cukup kuat menyetir pos-pos penting di birokrasi pemerintahan Turki. Rasulullah saja, saat futuhnya Mekah, beliau tidak ‘menyikat’ Abu Sufyan dan para pengikutnya, justru Rasulullah mengeluarkan sabdanya yang terkenal "..Barang siapa masuk rumah Abu Sufyan, maka dia aman’. Hasilnya dikemudian hari Abu Sufyan menjadi bagian dari Islam itu sendiri. Itulah gunanya akal yang Allah karuniakan, untuk mengatur strategi guna menghidupkan maslahat dan manfaat serta kemenangan bagi umat ini.

Sekelumit fakta diatas tentu tidak cukup mewakili untuk menggambarkan bagaimana sepak terjang Erdogan-Ghul dan partainya untuk membela dan memperjuangkan Islam. Tapi paling tidak untuk mencuci mata kelompok-kelompok yang hatinya dibutakan dengan syahwat iri dan dengki agar bisa melihat mutiara yang bersinar dan kebenaran yang cerdas. Sementara prestasi-prestasi lainnya yang mementahkan ‘cerita sejarah’ yang ditulis Syeikh Ata Abu Rastha secara tidak langsung telah diungkap dengan cukup detil oleh Amran Nasution, mantar redaktur majalah Gatra dan Tempo, dalam artikel panjangnya di hidayatullah.com dengan judul ‘Sebuah Model dari Turki’.

Sayangnya, prestasi-prestasi itu tidak dilakukan para aktivis HT disana. Erdogan dan AKP-nya melesat jauh sementara aktivis Hizbut tahrir masih tiarap dalam diskusi dan jargon-jargonnya. Erdogan dan Ghul sudah menyumbangkan maslahat yang real untuk masyarakat Turki sedangkan kader HT masih berceloteh di tataran wacana. Apakah itu semua yang membuat syeikh ini secara ceroboh menuding sang Perdana Menteri dengan sebutan agen AS? Sulit diketahui secara pasti apa tujuan sesungguhnya yang tersembunyi dalam otak Syeikh Ata Abu Rashta ini. Tetapi cukup meyakinkan bahwa apa yang tersembunyi itu tertuang dalam paragraf singkat di bagian kesimpulan dari tulisannya tersebut.

Semua orang bisa melihat, bahwa apa yang dilakukan oleh Atha Abu Rashta sangat serius dan bernuansa kedengkian serta lebih berupa tuduhan tak berdasar. Jika orang seperti ini merasa pantas dan merasa ber-hak untuk mengatakan bahwa Erdogan dan Abdullah Ghul adalah Agen AS? Lantas apa yang menghalangi jika orang lain mengatakan bahwa Ismail Yusanto adalah seorang Agen Intelijen? Toh Ismail Yusanto bukan siapa-siapa, dia cuma jubir HTI, sementara Erdogan dan Ghul adalah Perdana Menteri dan Presiden Turki. Bahkan bisa dikatakan sangat tak sebanding jika men-sejajarkan Ismail Yusanto dengan Erdogan dan Ghul.

Kata-kata bijak yang sering kita dengar agar tidak mudah menuduh dan memfitnah orang lain adalah "Ketika ibu jarimu menuduh dan menuding muka orang lain, sesungguhnya empat jarimu mengarah pada dirimu". Kata-kata bijak ini bukan isapan jempol. Dan bangsa Indonesia sudah demikian puas menyaksikan bukti-bukti dari hikmah kata bijak ini. Tak heran jika ungkapan lain yang sangat dikenal bangsa kita adalah kata-kata ‘maling teriak maling’.

Dalam konteks yang pertama, maka analogi apa yang dilontarkan oleh Amir HT ini adalah 4 : 1. Ata Abu Rashta 4 bagian dan Erdogan-Ghul 1. Sebab secara umum manusia memiliki 5 jari di masing-masing tangannya. Apabila tuduhan sang Syeikh ini salah (apalagi ulasannya tak diiringi dengan bukti-bukti), maka gelar sebagai seorang ‘Agen AS’ melekat pada penuduhnya. Penulis kira ini analogi sederhana yang mudah dan diterima kebanyakan orang.

Analogi kedua adalah tentang ‘maling teriak maling’. Untuk yang kedua ini, sepertinya tidak cukup sulit untuk mendapatkan fakta dan bukti lapangan. Pencopet yang meneriaki ‘pencopet’ terhadap orang yang dicopetnya bukanlah kejadian yang tidak jarang terjadi di masyarakat yang sedang sakit ini. Pengguna narkoba dikalangan ‘penegak hukum’ yang ikut-ikutan menangkap para pengedar narkoba juga pemandangan yang tidak jarang ditayangkan di media televisi kita. Bahkan para koruptor yang meneriaki orang lain berbuat korupsi juga perang media yang cukup sering menjejali telinga dan mata kita. Lalu apa bedanya dengan orang yang meneriaki orang lain sebagai ‘Agen AS’ tanpa bukti dengan para ‘maling yang teriak maling’?

Sementara peringatan Allah SWT. jauh lebih keras dan mengancam orang-orang yang ringan melontarkan fitnah. Allah azza wa jalla berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapakah di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: Ini adalah suatu berita bohong yang nyata?! Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu?! Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah amat besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan hal seperti ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang amat besar.” (QS. An-Nuur : 11-16).

Asy-Syahid Sayyid Quthb menegaskan bahwa makna ‘bal hua khairul lakum’ (bahkan ia adalah baik bagi kamu) adalah bermakna "ia menyingkap tipu daya dan para pelakunya terhadap Islam". (Tafsir Az-Zhilal, V/265). Sementara Imam Al-Qasimi mengatakan, “Dan sebagaimana kamu diwajibkan untuk menghentikan lisanmu dari menyakitinya, maka demikian pula kamu diwajibkan untuk menghentikan hatimu dari menyakitinya pula yaitu dengan tidak berburuk-sangka padanya, karena buruk-sangka adalah meng-ghibbah dengan hati dan sama pula dilarang melakukannya. Maka menutupi aib dan kelemahannya serta melupakannya merupakan salah satu tanda orang-orang yang ahli agama. Dan ketahuilah bahwa tidak sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya sesama muslim sama seperti ia mencintai dirinya sendiri. Dan derajat terendah dari ukhuwwah adalah bergaul dengan saudaranya sesama muslim dengan hal yang ia sukai dan melupakan kekurangan dengan menutup kekurangannya dan berusaha menghilangkan sifat iri dan dengki, maka barangsiapa yang masih ada kedengkian dalam hatinya maka saksikanlah bahwa imannya lemah, dirinya berpenyakit dan hatinya busuk sehingga tidak pantas ia untuk berjumpa dengan ALLAH SWT.”

Kedudukan Syeikh Ata Abu Rashta yang merupakan Amir Hizbut Tahrir, tentu saja dengan apa yang tertulis dalam artikelnya, adalah sebagai perwujudan sikap gerakan HTnya di seluruh dunia. Dan penyebarluasan sikapnya itu benar-benar terbukti disemaikan para kader HT di Indonesia melalui berbagai media onlinenya. Maka pantas saja jika orang-orang yang menyaksikan tuduhan pongah ini berfikir, "Apa salahnya mengeluarkan statemen bahwa para petinggi Hizbut Tahrir Indonesia adalah seorang ‘agen’??" Bukankah sikap antara mereka dengan Amirnya bagaikan pinang dibelah dua alias sama saja? Sementara bisa diyakini bahwa tuduhan-tuduhan yang dilontarkan Syeikh Ata Abu Rashta adalah sebuah fitnah dan kedustaan semata.

(bersambung…)

Sumber : [ http://rhisy.blogsome.com/2008/01/18/agen-intelijen-bagian-1/ ]

24 komentar:

Anonim mengatakan...

hahahayyy... yang nulis sopo iki jeneungane ??? ora ditulis namane iki... saya rasa sampean ni ada maen dengan para tokoh liberal ... hahahay...
orang yang berpikir cemerlang itu kalo bicara penuh dengan fakta ... saya liat dari tulisan sampeyan faktanya ora ono ... analisa gajebo tanpa fakta ... hahahay... mendingane sampeyan baca iki ... http://hizbut-tahrir.or.id/2007/10/19/analisis-apa-yang-terjadi-di-turki/ ...

Anonim mengatakan...

ust ismail orang baik. insya Alloh bersama Rasululloh SAW di syurga kelak meski orang kafir membencinya.

Anonim mengatakan...

jubir hti ini orangnya terbuka dan menerima tawaran diskusi, ada baiknya beliau diundang dalam berbagi forum agar kita mengetahui siapa sebenarnya orang yang baik dan dapat dipercaya, pasti ismail yusanto ini dapat dipercaya dan apa yang dibawanya adalah cahaya

rudi-erawan mengatakan...

Kayaknya tulian ini mirip-mirip persis tulisan-tulisan kaum JIL. Luar biasa kaum JIL ini, Idiologinya teramat sangat membenturkan Islam dengan Islam. Yang itulah ciri khas kelompok JIL.

Anonim mengatakan...

ismail yusanto telah terbukti ketsiqohannya dalam dakwah. kalo ada yang gak suka kayak INI wajarlah , kan kebaikan pasti dihalangi kejahatan.

Anonim mengatakan...

waduh si penulis jelas bukanlah orang yang ilmiah karena dasar dari sebuah argumentasi ilmiah adalah adanya fakta yang realistis baik dalam kondisi sebenarnya ataupun dari dokumentasi yang dipublikasikan oleh Ismail sendiri yang menunjukkan dia tdk cinta da'wah Islam dan hanya berpura2 dibalik sosoknya yg dituduhkan penulis blog ini sbg intelejen.kalau anda seorang intelejen yang sengaja memecah belah umat Islam dan memang berani berargumentasi ilmiah datangi saja teman2 Hizbut Tahrir lalu berdiskusi ttg ekonomi,politik,pendidikan,hukum,dan yang lain lalu panggil Professor atau Doktor yang memang benci Islam atau Da'wah ini,kita tunjukkan apa ide Islam memang lemah...mungkin ide sekuleris intelejen barat yang sebenarnya lemah.ane yakin...100% ini bukan sombong krn ide yang dibawa Hizbut Tahrir langsung dari khazanah islam dan milik semua umat,kami adalah garda terdepan pelindung umat bersama ormas Islam lainnya.bersatulah umat islam.

Anonim mengatakan...

hey orang yang berpikiran liberal sadarlah.sadarlah.wahai kawan,kembalilah ke pangkuan uamt Islam jgn kalian jual diri kalian kpd barat dgn hny demi sekeping dollar,jika tidak mau kembali nikmatilah hidup duniamu yang mewah dari hasil dollar pemberian tuanmu krn sebentar lagi Allah TUhan kami akan mencabut nyawamu dgn rasa sesakit-sakitnya kemudian engkau mengerang kesakitan krn dosamu memusuhi da'wah Islam.memang dunia ini adalah surgamu tetapi akhirat adalah nerakamu walaupun engkau pandai baca kitab kuning, tp ilmuny tdk kau miliki,kami kasihan dgn kalian.


sadarlah.....sadarlah..sadarlah

Anonim mengatakan...

Kasihan yang anda tulis tidak realistis, sungguh amat kasihan budak dunia teramat kasihan budak dunia ini

mr_fron mengatakan...

Astagfirullah..semoga Allah menghilangkan rasa dengki anda kepada saudara anda. semoga anda segara bertaubat kepada Allah..

Anonim mengatakan...

Tulisan yang bagus, dan mencerahkan...

Anonim mengatakan...

PM Turki Endrogan tanggal 24 Oktober 2009 kemarin datang ke Pakistan 2 hari. Ngucapin selamat atas keberhasilan militer Pakistan memerangi islam radikal,salah satu pidatonya "Sebaik-baiknya perbuatan adalah yang moderat". Padahal Militer Pakistan dan PAsukan Amerika membunuhi semua orang islam yang dianggap radikal tanpa peduli apakah mereka sedang melakukan kegiatan keagamaan (ngajar baca al-qur'an)atau tidak bersenjata.

Anonim mengatakan...

astagfirullah!!!!! apasih yang org ini fikirkan????? yupz mas ismaIL ITU ORNGNYA TERBUKA, COBA AJA UNDANG DISKUSI, SEMINAR DLL. INGAT KEBENARAN AKAN TERBUKTI. ADUH YAA ALLAH KOK ADA YA ORNG SEPERTI ITU KEBENCIANYA????????

Anonim mengatakan...

Ya Allah, smoga penulis artikel ini menyadari kekeliruannya. Tp namanya pendengki, susah utk menerima kebenaran. Analoginya tdk sesuai fakta. Justru dialah agen yg 1x menunjuk orang lain, tp 4x mnunjuk dirinya.

Anonim mengatakan...

saya sangat sepakat dengan postingan ini....... janganlah Kalian (baca : HTI) menjadikan Islam sebagai nafsu untuk berkuasa dan merongrong NKRI. Kalau memang HTI itu terbuka, hayyoooo berani gak kalian mengajukan dan meneriakkan ttg KHILAFAH di seluruh penjuru negeri ini... padahal apa jasa HTI untuk negeri ini???? Kalian bukanlah pejuang kemerdekaan. Apa maslahat yang sudah kalian berikan untuk rakyat Indonesia???? introspeksilah dulu bari bertindak...


SALAM PANCASILA... SALAM BHINEKA TUNGGAL IKA

Anonim mengatakan...

Dari tulisan di blog ini jelas terlihat..Orang ini adalah Jongos liberal..dia meencoba mengadu domba umat islam, dengan nada provokatif nya..TIDAK ILMIAH dan Analisis yg DANGKAL..Ingat, Kedahsyatan siksa Alloh tidak dapat kita bayangkan pedihnya..

Anonim mengatakan...

Hati-hati buat semua saudara-saudaraku seiman, janganlah sampai kita terjerumus dalam Ashobiyah. Sebab sikap Ashobiyah itu Haram, sedangkan yg mati membela Ashobiyah matinya Jahiliyah.
Sikap terlalu Nasionalisme apakah itu Indonesianisme, Turkinisme, Mesirisme dsb adalah suatu sikap Ashobiyah.

Anonim mengatakan...

terima kasih informasinya ,, Nasionalisme malah diajarkan oleh Rasululloh dan Nabiyulloh Ibrohim As . jadi bagi penganut radikalisme jgn dengki dan marah dari informasi diatas ..

Anonim mengatakan...

Hay hay, ,, nasionalis yg mana bung, yg mnganggap kalo muslim indonesia lbh mulia di banding muslim arab,turki,palestina. Yg sling menyombongkn negaranya,? Kita sama2 muslim bung, yg dilhat cma tkwanya bukan nasional(n egara)nya. Ingat nabi melarang membanggakan sulunya(bernasionalisme). Bung, nabi ente siapa sih.? Jangan ngaku2 umat muhammad SAW ya,

Harifin Blog mengatakan...

Tidak usah di tanggapi Pernyataan Ngidul tulisan ini. Kalau mereka serius menunjukkan kebenaran atas artikelnya, seharusnya terbuka dan mendatangi personnya langsung (Ust. Ismail) untuk menyatakan kebenaran. Tapi orangnya nggak gentelent. Massanya juga nggak ada, kecuali dibayar. Jadi kalau ditanggapi, justru mereka senang. Ini memang salah satu teknik rekayasa black propaganda. Pokoknya, tunggu saja. Khilafah tegak, mereka semua akan bermasam muka.

Anonim mengatakan...

Umat Muslim yg bersih hatinya, murni tauhidnya kpd Allah, pastilah masuk Islam secara kaffah, dan mengikuti smua ajaran nabi Muhammad termasuk tuntunan beliau dalam menegakkan Syariah dan Khilafah (Sistem Pemerintahan Islam). Allahu Akbar. Tegakkan Khilafah!

Unknown mengatakan...

yeee... syahadatya sama saling nuduh fitnah sambil argumen fitnah dan berprasangka...

contoh:
Tidak usah di tanggapi Pernyataan NGIDUL tulisan ini.....Tapi orangnya nggak gentelent. Massanya juga nggak ada, KECUALI DIBAYAR.

Dari tulisan di blog ini jelas terlihat..Orang ini adalah JONGOS LIBERAL.dia mencoba mengadu domba umat islam, dengan nada provokatif nya..

masing2 pihak:
http://rhisy.blogsome.com/2008/01/18/agen-intelijen-bagian-1/ --> ilmiah
http://hizbut-tahrir.or.id/2007/10/19/analisis-apa-yang-terjadi-di-turki/ --> ilmiah

dua2nya analisis kok... debat aja pake argumen jangan pake tuduhan lagi... heran gw ama elo2 pade...

Anonim mengatakan...

wakak, orang HT pada mencak2 semua.

Logis kok tulisannya, kalo dibilang mana sumber2nya, ya itu silahkan dibaca dulu pelan2, jangan keburu emosi :D

Belum2 udah nunjuk JIL-lah, Kafir-lah, Sekuler-lah, lol kalian

oiya, kalo kalian engga baca ni artikel, ane bantu kutipkan isinya :
Sementara peringatan Allah SWT. jauh lebih keras dan mengancam orang-orang yang ringan melontarkan fitnah.

Quote of the day - jangan ringan fitnah bro, dipikir dulu kalo ngomong

Anonim mengatakan...

JIL =Jaringan Iblis Laknat

Anonim mengatakan...

Yg fitnah sapa, ....so silly ni orang....jelas2 isi blognya dia yang FITNAH semua.... buruk muka, cermin dibelah....muka ny yg dibenerin dull....jgn malah mecahin cermin lo.... wakaakkaakak...stress lo ya,
Lahan kebaikan banyak, lo malah sibuk tebar FITNAH...Naudzubillah mindzaalik.

Buruan tobat dehh lo...